Poster diskusi MAP Corner Klub MKP UGM Pertarungan Oligarki dan Ancaman Terhadap Demokrasi – 26 September 2017

Ancaman terhadap proses demokrasi akhir-akhir ini kembali meningkat. Pada 16 September 2017, diskusi bertema sejarah di kantor YLBHI – LBH Jakarta dibubarkan oleh aparat kepolisian. Pada esok harinya ratusan massa mengepung kantor LBH Jakarta karena dianggap menyelenggarakan acara tentang PKI dan komunisme. Mereka mendapat informasi yang cenderung hoax tersebut dari pesan berantai di jejaring media sosial. Kejadian itu menambah panjang daftar pemberangusan demokrasi di Indonesia. Selain pembubaran diskusi, data dari SAFEnet pada tahun 2017 (Januari – September) menunjukan ada 6 aktivis yang dipidana dengan UU ITE. Pada tahun 2016 ada 10 orang aktivis yang ditahan dan pada tahun 2013 – 2015 sebanyak 17 aktivis dipidana.

Jika dilihat dari kaca mata lain, tragedi kontra-demokrasi berbasiskan isu PKI dibalut dengan sentimen SARA yang meningkat akhir-akhir ini merupakan akibat dari pertarungan kepentingan antar oligarki. Kekuatan antar oligarki yang saling berseberangan menggunakan berbagai isu untuk mengamankan posisi mereka, walaupun itu harus merusak demokrasi dan memecah belah masyarakat. Vedi Hadiz mengungkapkan bahwa perlindungan terhadap hak-hak sipil, terutama kelompok marginal, berada di bawah bayang-bayang kompetisi antar oligark ini.

Situasi apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini ketika konservatisme agama meningkat dan munculnya hiper-nasionalisme? Bagaimana pertarungan antar oligark di Indonesia saat ini? Apakah pertarungan itu terkait dengan ajang Pemilu 2019? Apa implikasi dari pertarungan antar oligark tersebut? Apakah kejadian di LBH Jakarta merupakan salah satu implikasi dari hal itu? Bagaimana seharusnya gerakan masyarakat sipil merespon problem tersebut?

Mari mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di atas dalam diskusi MAP Corner-Klub MKP 26 September 2017 pukul 15.00 wib dengan tema “Pertarungan Oligarki dan Ancaman Terhadap Demokrasi”. Diskusi tersebut akan dipantik oleh: Arie Sudjito (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM) dan Yogi Zul Fadhli (LBH Yogyakarta).

Leave a Reply